Time Never False. Plant Have Their Own
Way To Grow
Ibarat
tanaman yang masing-masing memiliki syarat tumbuh yang berbeda. Kaktus berbeda
dengan mawar. Tulip berbeda dengan melati. Semua tidak dapat tumbuh kecuali
dalam lingkungannya, dalam habitatnya. Semua memiliki daya tahan dan tekanan
masing-masing. Kaktus bisa saja bertahan dalam kondisi kering tetapi ia akan
mudah busuk jika terlalu sering terkena air. Begitu pula dengan mawar. Ia akan
mudah layu jika tidak disiram secara rutin. Semua berbeda. Keindahan berbeda,
nilai estetika yang berbeda.
Seperti
juga manusia. Masing-masing memiliki preferensi yang berbeda, proses yang
berbeda, dan mekar dalam waktu yang tidak sama.
Tidak
perlu membandingkan setiap proses yang dilalui denganproses milik orang lain.
Bisajadi diri ini seperti kaktus, bisajadi oranglain seperti mawar. Tak bisa
mendapat perlakuan yang sama, tak bisa memiliki sikap yang sama, tidak juga
dengan proses dan masalah yang dihadapi.
Memasuki
minggu ketiga dan keempat setelah menikah. Dengan kondisi masih kesana kesini
menyesuaikan tempat dan waktu. Kondisi dan peristiwa yang harus dikerjakan
dalam waktu tertentu dan tempat yang berbeda.
Memang
benar, setiap individu punya waktunya masing-masing, dengan perjuangan
masing-masing. Tak perlu memberikan komentar, apalagi menilai begini begitu.
Belum tentu tau apa yang sebenarnya terjadi. Apalagi dalam kondisi saat ini.
Baru perjuangan awal dan melanjutkan perjuangan yang tertunda.
Sempat
mulai ingin menyerah, melihat teman-teman yang lain sudah mulai bergerak dan
melaju bersama waktu dan kondisinya, mulai menyelesaikan apa yang dimulainya.
Kemudian menengok pada diri ini. Sebenrnya ada apa dengan aku. Seperti ingin
menyalahkan, tetapi kemudian disadarkan kiembali bahwa jalan dan proses setiap
individu itu tak sama. Layaknya tanaman yang memiliki syarat tumbuh
masing-masing. Jelas berbeda.
Kemudian
semangat itu lahir kembali, dengan kesadaran bahwa tak semua akan berhenti pada
fase yang seharusnya belum berhenti. Jalani dan selesaikan. Seperti apapun lelahmu, seperti apapun orang lain memberikan komentar. Biarkan saja. seperti kata ornag bijak berkata, kita memiliki dua tangan belum tentu bisa menutup semua mulit orang-orang, tetapi kita memiliki dua tangan untuk bisa menutup kedua telinga kita, bahkan menutup mata kita, untuk hal-hal dan ucapan yang tidak seharusnya kita dengarkan.
Polanya, semakin belajar mengenali pola. semakin kemari tentu semakin tau kapan kondisi sedang dibawah dan kondisi sedang ful energi. Kenali polanya, jalani fasenya, selesaikan masalahnya. Orang lain hanya melihat dan menilai.

Komentar
Posting Komentar