Bunga Rampai

Perjalanan setiap orang sangatlah beragam. Tentu saja setiap nilai-nilai kehidupan yang diperoleh akan menjadi titik tumpu masing-masing. Bahkan tak jarang, nilai-nilai tersebut kemudian digunakan orang lain sebagai salah satu acuan. Sebagai contoh kecil, kita dari dahulu telah didoktrin bahwa belajarlah dari pengalaman orang lain. Tetapi pada kenyataannya apakah benar semudah itu? 

 Melihat pengalaman orang lain dan menjadikannya sebagai pelajaran belum tentu pengalaman tersebut tepat kita gunakan. Seperti pepatah lama mengatakan, sebaik-baiknya pelajaran adalah pengalaman. Tetapi apakah kita juga harus mengalaminya? Inilah yang kemudian menjadi pertanyaan besar. Pengalaman kurang baik cukup dialami orang lain, dan kita dengan pengalaman yang baik saja. Apakah itu adil? Saya rasa tidak. 

Bukankah dengan pengalaman kurang baik lebih mengajarkan kita untuk bertumbuh? Bukankah kehidupan ini adil adanya? Tidak ada orang yang selalu senang, dan tidak ada orang yang selalu sedih. Yang ada hanyalah mereka yang sudah murung tetapi tidak mau keluar dari kerundungan tersebut. Pengalaman terbaik tentusaja apa yang pernah kita alami sendiri, secara langsung. Adapun pengalaman yang dibagikan oleh orang lain tentu saja bisa kita gunakan sebagai pelajaran tambahan. Karena setiap posisi yang kita hadapi berbeda, tak sama. 

 Setiap orang juga memiliki keinginan bertumbuh, berkembang. Sebagai salah satu upaya menyimpan pengalaman adalah dengan membagikannya. Baik dalam bentuk cerita maupun bentuk lainnya. Sedikit banyak kifa akan tahu dan akan berguna dimasa depan. Ketika kita melihat tulisan cerita pengalaman yang kita alami, semua yang telah kita lalui akan memberikan suntikan energi bahwa kita sudah melewati fase sampai sejauh ini

Komentar